By: Moh. Faiz
Embun…
Engkau teteskan dirimu dalam nada
pagi
Bersama belaian kecil dari sang
angin
Engkau pun tersebar menjadi
butir-butir kecil
Berhawa sejuk dan dingin
Yang menjadi sifat begitu kau
dipanggil
Tak ada yang tak kenal dirimu
Sejukmu di awal pagi telah menembus
kulit bumi
Dan merasuk insan-insan ilahi
Itu yang jadi rindu diri
Juga melihat kerlip-kerlip cahayamu
saat mentari menampakkan diri
Kau mengalir melalui udara tiada
kelihatan
Hinggap di atas daun-daun yang
menyambutmu
Bersama lambaian lembutnya saat
dirimu menyentuhnya
Yang seakan membuatnya tersenyum
Engkau adalah jelmaan Tuhan
Yang menyadarkan naluriku dari
keraguan
Tuk pembuktian yang seutuh-utuhnya
Tapi ini yang kalian rasakan
Sebenarnya baru sekelumit dari
kuasa-Nya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar