Terangilah Lilin ini Agar Lebih Menyala.....
26 November 2011
Pagiku cerahku matahari bersinar kugendong tas merahku, dipundak
S'lamat pagi semua, kunantikan dirimu, di depan kelas, menantikan kami
Guru tersayang... guru tercinta... tanpamu apa jadinya aku...
Tak bisa baca tulis.. mengerti banyak hal
Guruku Terima kasihku!!!!
Nakalnya diriku, kadang buatmu marah, namun segala maaf, kau berikan...
Guru tersayang... guru tercinta terima kasihku....
Begitu besar arti dari sebuah kata "GURU". Pagiku cerahku mengartikan sesosok guru yang memberikan sinar cahaya bak mentari pagi, semangat penuh arti dan meretas masa depan yang lebih baik. Sosok guru yang begitu dirindukan karena besarnya pengorbanan, bahkan guru adalah pahlawan tanpa tanda terima. Teman sungguh agung menjadi profesi itu, namun begitu mudahkan kita (
baca-mahasiswa,red) mempermainkan label menjadi guru yang baik atau sebaliknya. Banyak tempat belajar yang menelurkan sosok guru demi membantu mencerdaskan semua manusia. Namun banyak kadang hal-hal yang membuat label menjadi guru itu ternoda. Banyak kata yang disampaikan media, "ada guru yang didemo gara-gara sering tidur dan bolos"; "demo karena tindak kekerasan guru"; "guru yang berkencan dengan muridnya"; "guru yang mencabuli ABG"; wow masih beberapa lagi kata yang menghiasi media karena ulah-ulah sosok itu. Bukankah sosok guru identik dengan mahasiswa yang mengambil jalur pendidikan, bukankah sosk guru identik dengan sarjana. Guru tua diganti guru muda, guru-guru muda berasal dari sarjana-sarjana muda, atau yang lainnya. Namun kerap sekali kita mendengar sosok mahasiswa yang ulah-ulah sama seperti penjahat lainnya. Mahasiswa yang bertindak mesum di kamar kos, mahasiswa yang mencuri, mahasiswa yang korupsi, mahasiswa yang -yang dan sebagainya. Label apakah ini, bukan orang yang melakukan kejahatan yang akan dinilai buruk, tapi nama atau identitas keseluruhan guru dan mahasiswa yang akan gena getahnya. Satu orang melakukan kejahatan, bisa 1000 orang yang akan dinilai buruk karenanya. Karena apa??? ya karena dalam satu nama "guru". Bukan identitas nama yang dicari, tapi identitas profesi yang dilihat dan dinilai. Wow, begitu dahsyatnya.Ehm, atau apakah kita sudah tidak peduli dengan penilaian orang, atau apakah semua orang sudah tidak peduli dengan kebobrokan itu...
Menjadi guru mungkin idaman banyak orang, apalagi menjadi PNS. namun sipakan mental kita untuk menajdi sosok orang yang bertanggungjawab dengan beban itu. Pun tidak hanya guru saja, banyak profesi yang mengharuskan kita untuk bersikap dewasa dan tau kondisi.
Sosok guru yang mendorong dan membuat anak didiknya untuk lebih baik, takkan berbeda arah ketika keteladanan itu didapatkan dari label guru. Guru yang amanah, guru yang bijak, guru jujur, dan sederet prestasi lainnya....
Buat teman-temanku yang masih menjalami karir di jenjang SD, SMP, SMA. yuk kita sama-sama menyongsong untuk perubahan lebih baik, menghiasi kegiatan kita dengan yang lebih berguna, mencari inspirasi agar perkembangan kita menjadi lebih selangkah lebih maju dibandingkan dengan negara manapun. Selamat hari Guru, guru yang baik adalah guru yang tahu kapan dia bersikap dan berkata...semarakkan cinta kasih kita kepada Tuhan, orang tua, guru dan orang-orang yang kita sayangi semuanya....
Selamat Hari Guru, membuat orang pintar bukan hanya bebanmu tetapi beban kita semua yang saling membantu untuk menjadi lebih powerful, energik dan santun
Selamat Hari Guru, santun dan jujur selalu menghiasi tingkah laku kita....MERDEKA....i LOVE U my teacher....